Home » » Standar Mutu Internasional ( International Standart Quality )

Standar Mutu Internasional ( International Standart Quality )

STANDAR MUTU INTERNASIONAL
( International Standart Quality )

Pada saat persaingan  ekonomi dunia semakin mengglobal dan sarat dengan persaingan yang maha hebat, maka mau tidak mau, setiap para negara pelaku ekonomi bila ingin terus tumbuh, harus memiliki daya saing yang berkelanjutan (sustainable copetitive advantage). Begitu juga semua organisasi atau perusahaan mempunyai maksud dan tujuan untuk memenangkan persaingan tersebut, mereka harus membuat dan menjual berbagai produk atau menawarkan jasa – jasa tertentu yang menjaga mutu/ kualitas dari produknya agar dapat memiliki daya saing yang berkelanjutan (sustainable copetitive advantage) tersebut.

Setidaknya ada tiga hal mendasar yang sangat mempengaruhi tingkat kesuksesan suatu produk atau layanan di pasaran, yaitu harga, ketersediaan, dan mutu/kualitas. Konsumen sangat membutuhkan produk atau layanan yang bermutu tinggi dan tersedia pada waktu yang dibutuhkan dengan harga yang terjangkau dan sesuai dengan manfaat yang akan diperoleh. Organisasi atau perusahaan akan dapat sukses dan mampu bersaing di pasaran jika tingkat kepuasan pelanggan terhadap pemakaian produk dan layanannya cukup tinggi. Faktor harga dan ketersediaan adalah fitur transient saja, dalam arti pengaruhnya tidak berlangsung lama setelah terjadi transaksi. Lain halnya dengan mutu, yang mempunyai pengaruh dan implikasi yang cukup panjang, karena mutu suatu produk atau layanan ditentukan dari tingkat kesuksesan kegunaan produk atau layanan tersebut selama pemakaiannya (tidak terbatas pada point of sales saja).

Makna mutu atau kualitas suatu produk atau layanan sendiri erat kaitannya dengan: tingkat kesempurnaan, kesesuaian dengan kebutuhan, bebas dari cacat, ketidaksempurnaan, atau kontaminasi, serta kemampuan dalam memuaskan konsumen. Konsumen adalah pihak yang paling tepat dan adil dalam menilai masalah mutu dari produk atau layanan yang kita sediakan. Sebuah produk atau layanan yang memiliki fitur atau manfaat yang memuaskan kebutuhan konsumen dapat disebut sebagai produk atau layanan yang bermutu, demikian pula sebaliknya, produk atau layanan yang memiliki fitur atau manfaat yang tidak memuaskan kebutuhan konsumen dapat disebut sebagai produk atau layanan yang tidak bermutu. Anda akan dapat menilai tingkat kepuasan konsumen terhadap produk Anda melalui melalui berbagai cara, seperti feedback langsung dari konsumen, atau juga bisa dilihat dari tingkat kerugian penjualan, turunnya market share, dan pada akhirnya adalah kerugian bisnis. Pada pasar dengan tingkat persaingan usaha yang sangat ketat, mutu dari suatu produk atau layanan yang ditawarkan akan memiliki peranan yang sangat strategis terhadap perkembangan bisnis.

Seiring juga  dengan perkembangan dunia usaha global saat ini, menuntut setiap usaha untuk lebih mengutamakan hubungan dasarnya dengan konsumen. Masyarakat pada umumnya selalu memperhatikan kualitas suatu produk disamping harga, kemasan, dan lain-lain. Kualitas tidak hanya digunakan oleh perusahaan manufaktur, tetapi juga dipergunakan oleh perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa.
Untuk dapat memenangkan persaingan yang ketat, kini setiap perusahaan dituntut untuk berorientasi kepada apa yang diinginkan oleh konsumen. Pada saat ini setiap konsumen tidak lagi hanya membeli sebuah produk, akan tetapi unsur-unsur yang mempengaruhi kualitas yang melekat pada produk juga menjadi perhatian utama.

Ketika     Anda membeli suatu produk atau layanan dari suatu perusahaan, Anda tentunya berharap akan mendapatkan produk atau layanan dengan kualitas atau mutu yang persis sama seperti yang mereka janjikan. Jaminan bahwa Anda akan mendapatkan kualitas barang atau layanan yang sesuai dengan harapan Anda tersebut hanya dapat diberikan oleh perusahaan yang telah memiliki sertifikasi suatu standar sistem mutu.
Mengapa standarisasi itu penting? Sebagai pembeli atau pengguna suatu produk tentunya kita akan merasa sangat terganggu dan kecewa ketika produk yang telah dibeli tersebut ternyata memiliki kualitas yang sangat buruk, tidak layak pakai, tidak cocok dengan peralatan yang telah kita miliki sebelumnya, mudah rusak, atau berbahaya jika digunakan. Sebaliknya ketika produk yang dibeli atau digunakan telah memenuhi keinginan dan harapan kita dan tidak menimbulkan masalah selama pemakaiannya, kita kadang merasakan kenyamanan tersebut sebagai hal yang biasa saja. Itulah sebagian gambaran dimana kita terkadang kurang peduli terhadap peran dari suatu standar sistem mutu dalam meningkatkan level kualitas/mutu, keamanan, ketahanan, efisiensi, dan interchangeability dari suatu produk yang kita gunakan. Suatu standar mutu memberikan kontribusi yang sangat besar pada segenap aspek kehidupan kita, walaupun kadang kontribusinya sering tidak kita sadari.

Di dunia, dengan cepat mutu menjadi isu yang kompetitif di tahun 1980an 1990an dan standar manajemen mutu Internasional berkembang dengan cepat. Perkembangan penerapan standar mutu Internasional telah berdampak ke perusahaan-perusahaan di Indonesia, terutama perusahaan yang meluaskan pangsa pasarnya ke negara-negara di Eropa dan Amerika dan berbagai Negara yang ada dibelahan dunia yang ada.Bagi perusahaan yang berorientasi pasar yang ditekankan adalah mutu yang berkualitas bagus dipasaran, supaya konsumen mendapatkan kepuasan yang lebih tinggi, dalam era pasar global banyak perusahaan yang bersaing dipasaran dengan menciptakan produk dengan mutu dan kualitas bagus sehingga perusahaan menganggap bahwa mutu produk itu lebih penting dibandingkan produksi masal dengan standar mutu rendah. Sedangkan sasaran dalam era pasar global mutu menjadi sasaran utama dengan menciptakan produk yang bisa laku dengan kualitas produk yang bagus, maka dari itu perusahaan harus bisa menjaga dan mempertahankan mutu produk yang berkualitas dipasaran. Produk cenderung menjadi sangat komplek dan pemakai tidak selalu mungkin menilai mutu produknya. Oleh karena itu mutu akan menjadi tanggungjawab penjual dan di sini penjual juga bertanggungjawab kalau barang yang dibeli ternyata cacat, terjadi kerusakan, barang kurang sempurna, itu pun akan menjadi perhatian utama bagi penjual atau tanggungjawab bagi pemanufaktur dan di sini para pemakai akan menuntut pelayanan dan barang yang semakin baik mutunya. Pada saat sekarang ini kita juga akan segera memasuki era pasar global, dimana banyak sekali perusahaan manufaktur yang akan bersaing ketat untuk memproduksi suatu barang dengan mutu dan kualitas tinggi, maka untuk itu guna meningkatkan kualitas atau jaminan mutu produk untuk memuaskan harapan dan keinginan pelanggan maka perlu adanya penerapan sistem manajemen mutu ISO 9002 secara efisien dan efektif.
ISO singkatan dari The International Organization for Standarization yang bermarkas di Genewa Swiss pada tahun 1987 menyiapkan standar internasional. ISO adalah sistem yang siap pakai untuk memberikan jenis manajemen mutu yang diintegrasi akan tetapi fleksibel yang cocok dengan sistem informasi manajemen secara keseluruhan. Sistem ISO memberikan kepastian terutama melalui audit atau pemeriksaan internal dan eksternal bahwa suatu perusahaan yang disertifikasi mempunyai suatu sistem mutu yang berlaku untuk memungkinkan perusahaan tersebut memenuhi standar mutu. Karakteristik utama dari sertifikasi ISO adalah bahwa ia memerlukan regristasi sistem dari pihak ketiga oleh badan akreditasi yang diberi otorisasi yang melakukan suatu audit yang independen dari sistem mutu suatu organisasi.
    Penyusunan dan penggunaan standar yang dikoordinir dan diawasi secara menyeluruh sangat besar artinya dalam pengamanan dan pengawasan penggunaan standar yang ada di dalam perusahaan tersebut dengan sebaik baiknya. Koordinasi yang mantap dan keterpaduan kerja yang rapi baik didalam perusahaan – perusahaan sejenis maupun diantara perusahaan – perusahaan yang menghasilkan produk – produk yang berbeda namun mempunyai kaitan dalam proses produksi akan sangat berguna di dalam menjaga kelangsungan pertumbuhan dan perkembangan perusahaan – perusahaan tersebut. Hal ini disebabkan oleh karena tidak sedikit produk akhir dari suatu perusahaan akan dipergunakan sebagai bahan baku bagi perusahaan yang lain. Dengan demikian untuk menjaga keterpaduan didalam pelaksanaan proses produksi dari masing – masing perusahaan yang bersangkutan tersebut perlu kiranya ditentukan dan dipergunakan standar produksi yang mempunyai lingkup nasional.
    Standar internasional ini akan berlaku secara internasional dan akan dipergunakan oeh perusahaan – perusahaan pada beberapa Negara tersebut. Perusahaan – perusahaan yang memproduksikan mesin dan peralatan produksi pada umumnya akan mempergunakan standar internasional ini, sehingga mesin dan peralatanproduksi yang dipergunakan dalam perusahaan pada beberapa Negara akan merupakan mesin dan perlatan yang sama pula. Dengan perkembangan teknologi dan perkembangan perusahaan -   perusahaan multinasional yang berproduksi dan memasarkan hasil produksinya bukan hanya untuk satu Negara dan memasarkan hasil produksinya bukan hanya untuk satu negara saja, melainkan untuk beberapa Negara. Dengan demikian produk yang dihasilkan oleh perusahaan – perusahaan semacam ini akan merupakan produk yang memenuhi standar internasional tersebut.

BIAYA – BIAYA MUTU
( Cost Of Quality )
Perhatian organisasi perusahaan terhadap mutu adalah merupakan salah satu faktor yang dirasa sangat penting dalam menentukan apakah suatu organisasi perusahaan tersebut akan berkembang, bertahan atau terdepak dari suatu persaingan yang dirasakan sangat ketat akhir-akhir ini. Melalui perbaikan dan pengembangan terhadap masalah mutu dapat menimbulkan dampak yang sangat positif bagi suatu organisasi perusahaan, salah satunya adalah peningkatan produktivitas. Karena dengan perbaikan terhadap mutu suatu organisasi perusahaan dapat menghemat biaya-biaya yang tidak
perlu.
Perwujudan dari upaya perbaikan dan pengembangan mutu direalisasikan dengan dikeluarkannya biaya- biaya yang berhubungan dengan masalah mutu oleh suatu organisasi perusahaan atau yang dapat dikategorikan sebagai biaya mutu (cost of quality). Dan salah satunya adalah berbentuk laporan yang disebut laporan biaya mutu. Laporan biayay mutu dinilai sangat bermanfaat bagi suatu organisasi perusahaan, diantaranya adalah berguna bagi pengambilan keputusan manajerial terutama mengenai hal-hal yang berkaitan dengan mutu.   
Biaya kualitas adalah biaya yang timbul apabila produk tidak dapat memenuhi kepuasan pelanggan atau terjadi penyimpangan pada waktu proses produksi sedang berjalan.
Biaya total kualitas, terdiri dari:1.    Biaya pengendalian kualitas yang terdiri dari biaya pencegahan dan biaya pemeriksaan dalam
       penentuan nilai kualitas
2.    Biaya perbaikan kerusakan.

Pada umumnya biaya ini berkisar 30% dari hasil penjualan tetapi perusahaan yang dikendalikan dengan baik dapat menekan biaya ini sekecil mungkin sampai 3 % dari hasil penjualan. Semua penyimpangan yang terjadi selama alur produksi dapat dihilangkan melalui kegiatan pencegahan dan pemeriksaan nilai. Pencegahan dilakukan sebelum produksi berjalan antara lain dengan perencanaan mutu, penelitian ulang terhadap produk baru, pendidikan dan latihan, serta analisis rekayasa teknis.
Sedangkan pemeriksaan nilai adalah penilaian dan pemeriksaan dalam rangka menghilangkan penyimpangan sesudah proses produksi selesai dilakukan tetapi sebelum produk disampaikan ke pada pelanggan.
Biaya internal yg timbul apabila ada kerusakan pada saat proses produksi sedang berjalan , meliputi :
a.    Biaya serap atau biaya karena produk yang rusak ditolak dan dibuang.
b.    Biaya rework atau biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan produk yang rusak.
c.    Biaya down grade atau biaya karena penurunan kualitas
d.    Biaya yang timbul karena keterlambatan kerja.
Biaya eksternal yang timbul karena ada kerusakan pada saat produk telah selesai dan diserahkan kepelanggan, meliputi :
a.    Biaya warranty atau biaya jaminan.
b.    Biaya yang timbul karena produk ditolak dan dikembalikan oleh pelanggan
c.    Biaya pendukung dan pengurusan untuk memenuhi janji kepada pelanggan.
Rumus :Total biaya kualitas = Biaya Pengendalian + Biaya Kerusakan
Total Biaya Kualitas = (Biaya pencegahan + Biaya Pemeriksaan) +
                                  (Biaya kerusakan internal + Biaya kerusakan eksternal)
Total biaya kualitas dapat dikurangi dengan mengawasi hubungan antara biaya kualitas dan tingkat penyesuaian pada keinginan pelanggan.
-    Jika tingkat penyesuaian tinggi yaitu terbukti dengan tingkat kerusakan yang rendah maka biaya kerusakan menjadi rendah tetapi biaya pengendalian kualitas menjadi tinggi.
-    Jika tingkat penyesuaian rendah yaitu terbukti dengan tingkat kerusakan yang tinggi , maka biaya kerusakan menjadi tinggi dan biaya pengendalian kualitas menjadi rendah.
Diantara kedua tingkat ekstrem tersebut akan didapat total biaya kualitas yang paling rendah dengan optimal penyesuaian, Titik optimal ini ternyata sangat dekat dengan kondisi Zero defect yaitu kondisi dimana tidak ada penyimpangan. Dengan perbaikan system produksi antara lain dengan penggunaan teknologi proses yang tepat guna, peningkatan ketrampilan pekerja, peningkatan motivasi dan kepuasan kerja dan meningkatkan keahlian manajerial akan diperoleh penurunan biaya total kualitas.


Sumber – Sumber :
Kenangan Tugas Mata Kuliah  Operasional lanjutan 
Dasar – Dasar Manajemen Produksi dan Operasi oleh Lalu Sumayang
Manajemen Produksi “Perencanaan Sistem Produksi” Buku 2 oleh Drs. Agus Ahyari
Dasar – Dasar Manajemen Produksi dan Operasi Edisi I oleh T. Hani Handoko

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Mas Template
Copyright © 2011. Jawara Kampung Info - All Rights Reserved
Template Created by Mas Template
Proudly powered by Blogger