Home » , , » Isu - Isu Global yang menjadi Tantangan Dan Ancaman Pertahanan Negara

Isu - Isu Global yang menjadi Tantangan Dan Ancaman Pertahanan Negara

Era globalisasi abad ke-21 yang sarat dengan perubahan dan ketidakpastian berimplikasi terhadap adanya perubahan geopolitik dan geoekonomi global yang cukup signifikan. Perubahan-perubahan tersebut pada gilirannya baik secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap penentuan kebijakan Pertahanan Negara.

Isu-isu tentang HAM

Pengelolaan krisis Lingkungan Hidup dan penerapan Demokrasi telah digunakan sebagai ukuran dalam pergaulan antar bangsa, bahkan isu tersebut dapat digunakan sebagai alasan pembenaran dilakukannya intervensi kekuatan militer dalam rangka misi kemanusiaan. Sinyalemen semakin menipisnya energi disatu sisi, sementara disisi lain kebutuhan justru semakin meningkat, telah memperbesar potensi konflik atau mendorong penggunaan kekuatan militer antar negara yang berkepentingan.

Isu keamanan global lainnya adalah masalah terorisme dan kebijakan negara kuat tertentu yang menerapkan doktrin preemptive strike terhadap sumber ancaman terorisme. Dalam menghadapi perubahan bentuk ancaman dan isu keamanan global tersebut, negara di dunia termotivasi untuk menata kembali konsep pertahanannya disesuaikan  dengan tantangan dan ancaman yang diprediksi.

Isu Terorisme

Peristiwa serangan teroris 11 September 2001 telah mengubah konsep paradigma keamanan global. Terorisme menjadi ancaman nyata yang sangat mengemuka sehingga konsep-konsep keamanan di setiap negara mengalami perubahan secara mendasar dari konsep lama yang lebih mengedepankan pendekatan konvensional kepada konsep keamanan baru yang lebih komprehensif.

Penanganan terorisme juga mempengaruhi hubungan antar negara dengan semakin menguatnya kerja sama di bidang pertahanan yang menempatkan penanganan isu terorisme sebagai agenda utama.
Dampak serangan teroris 11 September 2001 telah membawa beberapa implikasi.

 - Pertama, terorisme merupakan ancaman nyata yang mengancam jiwa manusia dan mengancam
                   seluruh negara.

 -  Kedua,  sebagai ancaman nyata, isu terorisme menghadirkan ketidakpastian tentang kapan dan
                 dimana aksi terorisme akan terjadi sehingga menuntut kesiapsiagaan yang prima.

 -  Ketiga,  penanganan terorisme memaksa adanya peningkatan kerja sama pertahanan menjadi
                 lebih intensif dan progresif.

  - Keempat,penanganan terorisme dengan menggunakan kekuatan militer menjadi salah satu pilihan
                  strategi pertahanan sehingga harus ada aturan yang jelas agar tidak berbenturan dengan
                  norma norma demokrasi dan hak asasi manusia.

Pada umumnya, permasalahan terorisme dilatarbelakangi oleh kemiskinan, keterbelakangan, ketidakadilan dan fanatisme sempit yang semakin rumit penyelesaiannya bila telah berinteraksi dengan isu agama. Rendahnya tingkat pendidikan masyarakat terutama di pedesaan-pedesaan yang terpencil
menjadikan mereka rentan terhadap segala bentuk manipulasi agama yang digunakan
kelompok-kelompok teroris tersebut.

Isu Senjata Pemusnah Massal.

Pengembangan dan penyebaran senjata pembunuh massal menjadi salah satu isu yang mempengaruhi keamanan global. Pengembangan dan penyalahgunaan senjata pemusnah massal seperti senjata nuklir, biologi dan kimia mengancam keamanan dunia dan dapat menjadi malapetaka yang dahsyat bagi umat manusia. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup pesat dan mengglobal membawa efek semakin mudah pula bagi manusia untuk menemukan formula-formula atau cara-cara untuk melakukan proliferasi senjata pemusnah massal. Senjata nuklir yang dimiliki sejumlah negara di dunia menghadirkan kekhawatiran tersendiri akan bahaya kehancuran besar yang akan melanda dunia apabila senjata nuklir tersebut
disalahgunakan.

Isu Kelangkaan Energi.

Perkembangan lingkungan strategis juga menyangkut isu kelangkaan energi yang diakibatkan oleh peningkatan kebutuhan dunia akan energi minyak dan gas bumi yang tidak diimbangi oleh ketersediaannya. Implikasi kelangkaan energi tersebut berdampak terhadap perekonomian, politik, dan keamanan global. Peningkatan kebutuhan energi minyak dan gas telah mendorong timbulnya persaingan antarnegara dalam penguasaan sumber energi di berbagai kawasan.

Mengingat bahwa sumber minyak dan gas sebagian besar terdapat di negara-negara berkembang, maka kedepan negara-negara berkembang tersebut akan menjadi pihak yang paling banyak merasakan dampaknya.

Dampak pemanasan global. Pemanasan global merupakan salah satu fenomena baru yang dihadapi umat manusia, karena dampak yang ditimbulkannya dapat merubah geostrategi suatu negara atau kawasan. Dampak pemanasan global menyebabkan perubahan iklim dan permukaan air laut naik secara perlahan, sehingga beberapa pulau di Indonesia terancam tenggelam.

Terjadinya perubahan geostrategi akibat pemanasan global juga berimplikasi terhadap perubahan pada persepsi ancaman. Indonesia yang wilayahnya berada di garis khatulistiwa sangat merasakan dampak pemanasan global tersebut. Fenomena global ini mengubah lanskap Indonesia di masa mendatang.
Kemajuan teknologi pertahanan dan militer.

Seiring dengan kemajuan teknologi informasi saat ini, teknologi militer telah ikut mengalami revolusi yang berdampak luas terhadap bentuk-bentuk peperangan baru (revolution in military affairs-RMA), terutama munculnya C4ISR (command, control, communication, computer, information, surveylance
and reconnation) memaksa masing-masing negara dunia mengadakan penyesuaian dengan  mereformasi sistem keamanan nasionalnya. Bagi negara-negara kuat akan selalu mengembangkan dan meningkatkan teknologi militernya dalam rangka melindungi wilayahnya dari segala bentuk ancaman dan gangguan.

Sebaliknya bagi negara-negara yang tidak memiliki kemampuan ekonomi dan teknologi akan menempuh cara-cara baru dengan memilih bentuk “asimetrik warfare” sehingga tetap dapat survive dan memiliki sustainability. Cara-cara itulah yang pada akhirnya melahirkan front-front medan perang baru yang tidak mengenal batas dan waktu seperti terorisme, pembom bunuh diri yang kesemuanya ditujukan untuk menghancurkan lawan-lawannya tanpa mempertimbangkan keselamatan masyarakat lainnya. Dengan karakteristik cara berperang itulah pada akhirnya memaksa negara-negara di dunia merubah strategi keamanan nasionalnya.

Sumber : Bagian dari , 
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
PERATURAN MENTERI PERTAHANAN NOMOR 03 TAHUN 2009
TENTANG KEBIJAKAN UMUM PENGGUNAAN KEKUATAN TENTARA NASIONAL INDONESIA 

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Mas Template
Copyright © 2011. Jawara Kampung Info - All Rights Reserved
Template Created by Mas Template
Proudly powered by Blogger